Roda dan Ban, Kupas Tuntas Definisi, Jenis, Sampai Balance

Roda dan Ban, Kupas Tuntas Definisi, Jenis, Sampai Balance

Komponen penting yang harus ada di setiap kendaraan yakni roda dan ban. Dua komponen tadi memiliki definisi yang berbeda. Belum banyak orang yang tahu perbedaannya, terlebih lagi jenis sampai dengan balance. Padahal semua itu sangat berkaitan dengan kenyamanan para pengemudi.

Kali ini kita akan membahas kedua komponen tadi mulai dari definisi. Dilanjutkan dengan pembahasan mengenai jenis dan terakhir mengenai balance-nya.

Definisi Roda dan Ban

Komponen roda tersusun atas ban dan pelek. Pelek memiliki peranan untuk menahan beban secara vertikal maupun horizontal. Beban yang dimaksud bisa berasal dari kendaraan sendiri atau tambahan seperti penumpang dan barang bawaannya. Bagaimanapun seluruh beban tadi akan tertumpuk di pelek yang merupakan bagian dari roda.

Sedangkan komponen ban adalah bagian yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan. Bagian ini harus selalu memiliki alur yang belum aus sehingga dapat mencengkram permukaan jalan dengan baik. Ban yang sudah haus memiliki daya cengkram dengan permukaan jalan sudah tidak baik sehingga lebih mudah menyebabkan mobil terasa seperti tergelincir. Komponen ini juga berfungsi sebagai penyerap dari daya pengereman atau penahan dari permukaan jalan bergelombang.

Setiap ban terpasang di bagian pelek. Pada setiap ban biasanya terdapat kode yang dapat dibaca seperti 215/65 R15 89H. Kode angka 215 dapat diartikan sebagai lebar tapak ban dalam ukuran mm. Kemudian angka 65 merujuk pada perbandingan ketebalan ban terhadap lebar ban. Jadi dapat diartikan sebagai tinggi atau tebal ban 65% dari angka lebarnya tapak ban.

Tanda R berarti sebuah pola jalinan benang yang terdapat di konstruksi ban berupa Radial. Selain tanda R pada ban juga bisa terdapat simbol huruf B. Jika kodenya berupa B maka pola konstruksi berbentuk Bias Belted. Lalu untuk kode 15 merupakan ukuran diameter pelek. Kalau angka 89 lebih pada merujuk ke beban maksimal yang dapat ditanggung ban.

Setelah mengetahui artian dari setiap kode sekarang Anda mengerti bahwa memilih ban pun harus sesuai dengan kodenya. Pemilihan ban juga harus disesuaikan dengan fungsinya. Namun secara umum peran dari ban dapat Anda ketahui di bawah ini.

· Penahan Beban

Fungsi utama ban adalah sebagai penahan beban dengan memanfaatkan tekanan angin. Keberadaan tekanan angin memungkinkan ban mampu menahan dengan lebih fleksibel terhadap berbagai pertambahan beban dalam mobil.

· Peredam Guncangan

Tidak bisa dipungkiri bahwa ban juga memiliki peran dalam meredam guncangan. Jadi tidak hanya suspensi saja yang berguna untuk meredam goncangan.

Jenis-Jenis Ban

Kita juga akan membahas mengenai jenis-jenis dari bahan yang banyak beredar di pasar komersial. Jenis ban ini dibagi berdasarkan bentuk konstruksinya. Langsung saja kita bahas informasinya di bawah ini.

· Ban Jenis Bias

Jenis konstruksi yang satu ini paling banyak digunakan pada pembuatan jenis ban. Bannya terdiri atas berlembar-lembar cord yang ditenun khusus membentuk zigzag sampai sudut 40 maupun 65 derajat. Beberapa lapisan terbuat dari polyester, tali baja, sekaligus fiberglass. Bahan dari jenis ini seringkali disebut dengan nomor Ply 14 maupun 16.

· Ban Jenis Radial

Jenis yang kedua merupakan Radial. Dan Radial memiliki konstruksi cord dengan arah sudut 90 derajat dari keliling lingkaran ban. Konstruksi bagian samping mengarah Radial yang punya pusat tersendiri. Bagian dari ban yang bersentuhan langsung terhadap permukaan jalan dilengkapi dengan sabuk pengikat Breaker. Pola Radial punya konstruksi yang kuat dan susah mengalami deformasi ketika sering digunakan pada kecepatan tinggi.

· Ban Jenis Tubeless

Jenis ban tubeless dirancang tidak punya bagian dalam. Pertama kali dirilis ke publik tahun 1990. Jenis yang satu ini mampu menghindarkan terjadinya panas berlebih yang berpotensi meledakkan ban. Pada bagian dalam ban ini bisa ditambah dengan sealant ban cair.

Jadi sewaktu-waktu tertusuk dan bocor maka sealant cair berfungsi menambal ban secara otomatis. Hal ini membuat ketahanan ban tubeless menjadi semakin kuat dan menghindari terjadinya deflasi tiba-tiba yang berpotensi meledak mirip dengan balon.

Jenis Telapak Ban

Kita juga akan membahas jenis dari ban berdasarkan telapaknya. Jenisnya dibagi menjadi 4 macam, yakni:

· Rib

Telapak yang satu ini memungkinkan untuk melaju di kecepatan tinggi dengan baik. Jenis ban juga dapat dipasang ke berbagai mobil dengan sistem pengendalian yang lebih baik dan mengeluarkan decitan minimal ketika mengerem.

· Lug

Bagi orang-orang yang tinggal di daerah dengan jalanan tidak rata maka penting untuk menggunakan telapak ban jenis lug. Jenis ini memiliki tenaga tarikan yang lebih baik dari rib.

· Rib dan Lug

Apabila Anda sering melalui jalan rata dan tidak rata maka disarankan untuk memasang ban jenis rib dan lug. Ban ini memiliki kestabilan tinggi dan pengereman yang baik.

· Block

Mobil-mobil yang sering dipakai offroad seringkali memiliki jenis telapak berupa block. Jenis telapak ini mampu menekan terjadinya slip saat melintasi jalanan berlumpur maupun bersalju.

Balance Roda

Kita juga akan membahas singkat tentang balance roda. Dibagi menjadi dua macam yakni statis dan dinamis. Balance roda statis mengalami masalah ketika roda mengalami perubahan tekanan di satu titik yang mengakibatkan titik itu terlalu berat atau menjadi terlalu ringan. Hal ini akan menyebabkan roda bergulir sambil memberikan gerakan naik turun di porosnya.

Sedangkan masalah pada balance dinamis terjadi ketika beban di ban juga tidak merata terjadi di satu atau dua bagian tengah lateral ban maupun pelek. Hal ini juga menyebabkan roda berguncang ke sisi ban sehingga memberikan gerakan mirip oleng.

Itu semua informasi yang berhubungan roda dan ban. Semoga informasi ini bermanfaat sehingga Anda dapat memilih roda dan ban yang sesuai dengan kendaraan.


Leave a Reply

Your email address will not be published.